`Enchanted Memories ...`

Wednesday, May 07, 2003

Counting down the Tears

"Suatu hari nanti setiap kita akan dihadapkan pada sebuah pilihan. Kapan, bagaimana dan seperti apa pilihan tersebut kita ga tau. Yang jelas semua pasti akan mengalaminya cepat atau lambat"

Senin kemaren (May 5) seharusnya jadi malam terakhir aku bisa bareng ma papa nopan soalnya beberapa hari yang lalu dia bilang mo pergi. Entah pergi kemana, untuk urusan apa dan berapa lama aku ga tau dan ga berhak tau ataupun memaksanya untuk ngasi tau. Dia cuman bilang akan pergi dan mungkin ga kembali.


Pergilah kemana kamu mo pergi,
lakukan apa yang terbaik untukmu.
Jalani apa yang menurutmu harus dijalani,
ga ada satu pun yang berhak melarangmu
dan atau mengatur hidupmu, termasuk juga aku.
Tapi untuk tak kembali... ???

Aku sangat menghargai keputusan yang tlah kau buat,
namun jujur saja itu sangat menyakitkan.
Aku tak akan menghalangi jalanmu,
tapi terus terang aku ga rela kehilanganmu.


Kenapa semua yang ku sayang selalu pergi meninggalkanku?? Kenapa dia harus pergi disaat aku seperti ini?? pertanyaan-pertanyaan itu selalu mengusikku sampai akhirnya kupaksakan diri untuk cerita ke pakde. Dengan bijak pakde menyadarkanku bahwa suatu saat kita semua akan pergi, akan berlari.

"Tidak selamanya manusia akan stagnan pada satu titik nduk. Untuk bisa berjalan kita harus lebih dulu belajar merangkak. Sesaat kemudian kita akan belajar berlari. Suatu ketika ada saat dimana kita harus duduk, dan berbaring. Aku sudah melihat nopan duduk terlalu lama, mungkin sekarang saatnya dia harus berlari. Bukan kamu aja yang sedih nduk denger kabar nopan akan pergi. Aku juga sedih. Kalian semua adalah keluargaku, tapi kita harus menghargai apapun keputusan yang sudah nopan ambil kalau memang itu yang terbaik untuk dia"

Tiba-tiba malam itu juga aku dengar dia berkata: "aku ga jadi pergi kok ya`"

Terima kasih Tuhan, Engkau sudah mengabulkan do'aku. Setelah itu kita berdua ngobrol bareng di tangga naik ke LPKM. Tadinya sih cuman sekedar ngebahas gimana barbeque besok sabtu, tapi lama-lama kita jadi sharing. Dan akhirnya papa nopan tau kisah masa laluku... tentang segalanya.

Tak lama setelah itu pakde dateng. Memaksa dateng tepatnya karena saat itu ujan rintik-rintik sedangkan dia udah janji mo nemuin aku, mo dengerin keluh kesahku. Setelah berbincang cukup lama tentang masalahku, tentang papa nopan, kemudian muncul pertanyaan yang sampai saat ini mengusik pikiranku, kenapa papa nopan berubah pikiran ya? Apakah memang itu yang dia inginkan ataukah karena aku? Terus terang, dari beberapa orang yang tau tentang rencana kepergian papa nopan, aku paling keliatan sedihnya. Mungkinkah dia mengurungkan niatnya karena aku? ataukah ada alasan lain? Aku ga tau... tapi kalo memang papa nopan ga jadi pergi karena tau aku shock, aku sangat merasa bersalah. Itu kan sama saja aku menghalangi apa yang udah menjadi keputusan papa nopan. Duh aku binun hihihi... tapi satu hal yang pasti, I'm gonna cherish every moment I've had with him.